Abstract :
Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia cenderung mengalami
kenaikan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor penyebab utama kecelakaan kerja
adalah faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor peralatan. Kelelahan pekerja
memberi kontribusi 50% terhadap terjadinya kecelakan kerja Salah satu pekerjaan
yang rentan mengalami kelelahan adalah mengemudi. Pengemudi sering
mengalami kelelahan setelah melakukan perjalanan yang lama karena banyaknya
gerakan monoton yang mengharuskan mereka untuk tetap fokus dalam
mengendalikan kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor
risiko yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada supir truk di Kelurahan
Pudakpayung, Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik
observasional, menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 62
responden, 5 responden diantaranya tidak bersedia untuk dilakukan penelitian
sehingga total sampel pada penelitian ini sebanyak 57 responden menggunakan
metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan pengukuran. Analisis data menggunakan uji korelasi
rank spearman
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur
dengan nilai (p=0,772 ), masa kerja (p=0,896), lama kerja (p=0,639), status gizi
(p=0,525), beban kerja (p=0,783)
Simpulan: Tidak ada hubungan antara umur, masa kerja, lama kerja, status gizi
dan beban kerja dengan kelahan kerja