Abstract :
Prevalensi angka kejadian stunting bersarkan SSGBI 2021
Kabupaten Temanggung sebesar 20,5% belum mencapai target yang diinginkan
pemerintah yaitu dibawah 14% berdasarkan RPJKM 2020-2024.
Kondisi stunting dapat memberikan dampak terhadap kehidupan seseorang
individu, baik dampak jangka pendek (masalah kesehatan, perkembangan, dan
ekonomi) maupun jangka panjang (peningkatan kasus obesitas, penyakit yang
berhubungan dengan obesitas, dan penurunan kesehtan reproduksi). Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan
kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gemawang Kabupaten
Temanggung.
Metode : Jenis penelitian ini analitik observasional dengan rancangan penelitian
case control. Sampel yang digunakan adalah106 balita dengan 53 kasus dan 53
kontrol. Teknik sampling yang digunkan pada penelitian ini yaitu total sampling.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis
dengan menggunakan uji chi-square dan uji fisher exact.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sarana air bersih
dengan p-value 0,005; OR=0,271; 95%CI=0,107-0,688, serta tidak terdapat
hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas
Gemawang Kabupaten Temanggung yaitu sarana pembuangan kotoran dengan p-
value 0,105; OR=0,515; 95%CI=0,230-1,155, sarana pembuangan air limbah
dengan p-value 0,363; OR=0,236; 95%CI=0,025-2,182, sarana pembuangan
sampah dengan p-value 0,643; OR=0,806; 95%CI=0,324-2,007, dan sanitasi
lingkungan dengan p-value 1,000.
Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini variabel sanitasi ligkungan yang
tidak berkaitan ada 3 dan yang berhubungan ada 1 variabel yaitu sarana air bersih.