Abstract :
Secara global terdapat 107.705 kasus orang yang meninggal
dunia akibat keracunan pestisida (WHO, 2015). Resiko keracunan pestisida dapat
dikurangi dengan melakukan perilaku kerja aman. Penggunaan APD yang tidak
lengkap dan personal hygiene yang kurang baik berisiko terkait dengan keracunan
pestisida pada petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
perilaku kerja aman pada petani hortikultura di Desa Nyatnyono Kecamatan
Ungaran Barat Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional.. Populasi
dalam penelitian ini adalah petani hortikultura di Desa Nyatnyono
sebanyak 201 petani. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 responden
yang didapatkan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan
data diperoleh dari kuesioner, wawancara, dan observasi. Data dianalisis
secara univariat. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel ditribusi
frekuensi persentase dan narasi.
Hasil : Penggunaan APD pada petani di Desa Nyatnyono saat bekerja
menggunakan pestisida yaitu tidak lengkap sebagian besar petani tidak
menggunakan alat pelindung diri mata. Sebagian besar responden memiliki
kategori hygiene tangan kurang yaitu sebanyak 41 orang (61,2%). Sebagian besar
responden memiliki kategori hygiene badan baik yaitu sebanyak 53 orang (79,1%)
dan sebagian besar responden memiliki kategori hygiene pakaian kurang yaitu
sebanyak 51 orang (76,1%).
Simpulan : Penggunaan APD petani saat melakukan penyemprotan
pestisida yaitu tidak lengkap sebanyak 100%. Kategori tidak lengkap ini
ditentukan apabila petani tidak menggunakan salah satu atau lebih APD
pada saat melakukan penyemprotan pestisida. Personal hygiene pada
petani hortikultura di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang sebagian besar responden memiliki kategori
7
personal hygiene kurang yaitu sebanyak 38 orang (56,7%) dan sebagian
kecil memiliki personal hygiene baik yaitu sebanyak 29 orang (43,3%).