Abstract :
Salah satu permasalahan personal hygiene gigi dan mulut yang
paling umum dijumpai pada semua kelompok usia saat ini ialah kondisi rongga
mulut yang buruk. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional
tahun 2018, angka permasalahan gigi dan mulut di Indonesia mencapai 57,6%.
Provinsi Jawa Tengah menunjukkan proporsi permasalahan gigi dan mulut
mencapai 56,7%. Proporsi permasalahan gigi dengan persentase tertinggi di
Indonesia ialah gigi rusak/ berlubang/sakit yang mencapai 45,3%. Proporsi
permasalahan kesehatan mulut tertinggi yang dialami mayoritas penduduk
Indonesia ialah gusi bengkak dan/atau keluar bisul (abses) sebesar 14%.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Papua di Semarang. Sampel
dalam penelitian adalah 75 Mahasiswa Papua di Semarang yang diambil datanya
dengan teknik quota sampling dengan alat pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran perilaku personal hygiene
pada mahasiswa Papua di Semarang dengan 75 responden, hasil menunjukkan
bahwa pengetahuan personal hygiene pada mahasiswa mayoritas rendah sebanyak
75 orang (100,0%). Sedangkan perilaku personal hyigene pada mahasiswa,
kebersihan pakaian pada mayoritas kurang baik sebanyak 45 orang (60,0%),
kebersihan kulit pada mayoritas baik sebanyak 45 orang (60,0%), kebersihan
tangan dan kuku pada mayoritas kurang baik sebanyak 42 orang (56,0%),
kebersihan handuk pada kategori baik sebanyak 51 orang (68,0%), kebersihan
kasur dan selimut pada kategorik kurang baik sebanyak 66 orang (880%), dan
kebersihan mulut dan gigi pada kategori kurang baik sebanyak 45 orang (60,0%).
Kesimpulan : Gambaran perilaku personal hygiene pada mahasiswa Papua di
Semarang tergolong kurang baik, maka itu sangat diharapkan untuk menerapkan
personal hygiene dengan baik agar terhindar dari penyakit.