Abstract :
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup
berbahaya di dunia, karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang
mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung,
stroke dan penyakit ginjal yang mana pada tahun 2016 penyakit jantung iskemik
dan stroke menjadi dua penyebab kematian utama di dunia (WHO,
2018).Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, penduduk
beresiko (?18 th) yang dilakukan pengukuran tekanan darah pada tahun 2017
dilakukan pengukuran tekanan darah dengan jumlah kasus sebesar 8.252. Dan
yang menjadi Hipertensi/Tekanan darah tinggi Provinsi Papua Barat sebesar 3.178
dinyatakan hipertensi. Faktor risiko hipertensi salah satunya adalah kebiasaan
konsumsi alkohol. Kebiasaan konsumsi alkohol dapat mengakibatkan dampak
yang buruk salah satunya ialah meningkatnya tekanan darah.Tujuan Untuk
mengtahui hubungan komsumsi minuman beralkohol dengan tekanan darah pada
mahasiswa papua di semarang.
Metode Penelitian: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain analitik
obsevasional dengan method pendekatan cross sectional yang mana peneliti mau
melihat hubungan konsumsi minuman beralkohol dengan tekanan darah. Subjek
penelitian ini berjumlah 94 orang yang merupakan mahasiswa Papua di
Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random
Sampling. Cara pengumpulan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah
langsung dan juga pengisian kuesioner untuk mengetahui konsumsi minuman
beralkohol mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan
bivariat menggunakan uji Mann-WhitneyU
Hasil: Mahasiswa yang tekanan darah sebanyak 39orang (41,5%) dan
mahasiswa minum alkoholsebanyak 55oran (58,5) hasil penelitian menunjukan
bahwa ada hubungan antara konsumsi minuman beralkohol dengan tekanan
darahpada mahasiswa Papua semarang dengan nilai ( P=<0,05).
Simpulan: Berdasarkan hasil menunjukan konsimsi minuman beralkohol
memiliki hubungan dengan sgifikasi dengan tekanan darah