Abstract :
Latar Belakang: Masa peralihan remaja, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 25 Tahun 2014, mencakup rentang usia 10-18 tahun dengan proporsi 22%
dari kelompok usia 10-19 tahun yang terdiri dari 49,1% remaja perempuan. Masa
peralihan remaja, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014,
mencakup rentang usia 10-18 tahun dengan proporsi 22% dari kelompok usia 10-
19 tahun yang terdiri dari 49,1% remaja perempuan. Masa peralihan remaja,
menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, mencakup
rentang usia 10-18 tahun dengan proporsi 22% dari kelompok usia 10-19 tahun
yang terdiri dari 49,1% remaja perempuan. Masa peralihan remaja, menurut
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, mencakup rentang usia 10-
18 tahun dengan proporsi 22% dari kelompok usia 10-19 tahun yang terdiri dari
49,1% remaja perempuan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan
antara peran keluarga dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sugihan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain
analitik dengan pendekatan cross sectional, Teknik pada pengambilan sampel ini
adalah non probality sampling dengan menggunakan metode purposive sampling
dengan jumlah sampe 156 remaja. Istrumen penelitian ini adalah lembar kuesioner
Hasil: Hasil data didapatkan sebanyak 74 (47,4%) remaja mengalami perilaku
merokok sedang dengan peran keluarga aktif sebanyak 61 (51,5%). Dan peran
keluarga pasif 37 (23,7%). Hasil penelitian berdasrkan uji chi-square diperoleh
hasil p-value 0,000 < ? (0,05).
Saran: Diharapkan responden dapat meningkatkan aktivitas fisik dan mendalami
informasi tentang bahaya merokok dan faktor penyebabnya agar menurunkan risiko
perilaku merokok.
Kata Kunci: peran keluarga, perilaku merokok, remaja