Abstract :
Diabetes melitus (DM) adalah gangguan keseimbangan kadar
glukosa dalam darah dengan berbagai komplikasi salah satunya kerusakan jaringan
vaskuler kaki yang berujung amputasi kaki. Kerusakan jaringan vaskuler kaki dapat
diminimalisir melalui senam kaki diabetik. Tujuan: penulisan ini bertujuan untuk
menggambarkan pengelolaan ketidakstabilan kadar glukosa darah dengan senam
kaki diabetik pada penderita diabetes melitus di puskesmas Sumowono. Metode:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif crossectional berupa studi kasus dengan
pendekatan proses asuhan keperawatan yang mendeskripsikan pengelolaan
pemberian senam kaki diabetik pada lansia yang menderita diabetes melitus.
Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan,
intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan.
Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan periksaan fisik menggunakan
kuesioner yang telah ditetapkan. Pengelolaan dilakukan selama tiga minggu dengan
responden Ny.J berusia 58 tahun. Hasil: pengkajian ditemukan pasien masih
mengeluh cepat lelah dengan skor skala pengukuran kelelahan 32 dan nilai gula
darah sewaktu 124 mg/dl. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu
ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan gangguan toleransi
glukosa darah. Intervensi yang dilakukan yaitu senam kaki diabetik selama 3
minggu. Kesimpulan: Evaluasi yang didapatkan yaitu pasien mengatakan sudah
tidak merasa lelah dengan skor skala pengukuran kelelahan 16 dan gula darah
sewaktu 149 mg/dl dan analisa evaluasi yaitu masalah teratasi sebagian. Saran:
kepada penderita DM untuk mengontrol kadar glukosa darah dan peningkatan
media promosi senam kaki diabetik.