Abstract :
Latar Belakang: Ventilator mekanik di ICU membantu pasien kritis tetapi
meningkatkan risiko cedera saluran napas dan ventilator-associated pneumonia
(VAP). Suction diperlukan untuk membersihkan sekret, namun dapat memengaruhi
parameter respiratorik seperti Respiratory Rate (RR), Volume Tidal (VT), Minute
Ventilation (MV), Peak Inspiratory Pressure (PIP), Positive End-Expiratory
Pressure (PEEP), Saturasi Oksigen (SpO2), dan end-tidal CO2 (EtCO2). Penelitian
ini mengevaluasi perubahan parameter respiratorik sebelum dan sesudah suction
pada pasien ventilator di ICU RSUD Merah Putih.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan
time series. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari 15
responden. Tindakan suction dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional. Data
dikumpulkan dan didokumentasikan pada lembar monitoring.
Hasil: Analisis menunjukkan ada peningkatan signifikan dalam Respiratory Rate
(RR) sebesar 0,400 napas/menit dan end-tidal CO2 (EtCO2) sebesar 3,800 mmHg,
serta penurunan signifikan dalam Volume Tidal (VT) sebesar 70,333 mL, Minute
Ventilation (MV) sebesar 1,46133 L/menit, Peak Inspiratory Pressure (PIP) sebesar
5,067 cmH2O, dan SpO2 sebesar 0,667% setelah suction. Expiratory Pressure
(PEEP) juga meningkat signifikan sebesar 0,1733 cmH2O Dimana P-Value masing-
masing variable (p < 0,05). Disarankan agar rumah sakit menerapkan protokol
monitoring ketat pasca-suction untuk meminimalkan dampak negatif terhadap
pasien ventilasi mekanis.
Simpulan: Suction pada pasien ventilator meningkatkan RR, EtCO2, dan PEEP
secara signifikan, sementara VT, MV, PIP, dan SpO2 menurun signifikan. Temuan
ini menekankan pentingnya pemantauan menyeluruh terhadap efek suction untuk
mengoptimalkan manajemen ventilasi dan stabilitas parameter respiratorik pada
pasien ICU.
Kata Kunci: Suction, Ventilator, Parameter Respiratorik.