Abstract :
Latar Belakang : Wasting merupakan prioritas masalah gizi. Pemberian makanan tambahan (PMT) lokal merupakan salah satu alternatif program gizi untuk penanganan status gizi pada balita wasting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap status gizi balita Wasting di Puskesmas Bontang Lestari Kota Bontang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 23 balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh (non probability sampling). PMT diberikan selama 90 hari dengan jumlah kalori 152- 366 kkal (30-50% dari kebutuhan total kalori harian). Intsrumen penelitian menggunakan Aplikasi E-PPGBM dengan hasil ukur status gizi menggunakan z- score berdasarkan (BB/PB atau BB/TB). Analisis data meliputi analisis univariat dengan mendiskripsikan karakteristik dan analisis bivariat menggunakan uji Shapiro-Wilcoxon (uji non paramterik). Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi balita sebelum pemberian makanan tambahan (PMT) lokal adalah wasting sebanyak 23 balita, sedangkan status gizi balita sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) lokal mengalami peningkatan sebanyak 18 balita dengan status gizi baik dan 5 balita tidak mengalami perubahan status gizi sebelum dan sesudah PMT dengan rata- rata -2,4±-2,1. Ada Perbedaan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap status gizi balita wasting dengan Sig 0,004 menggunakan uji Shapiro Wilcoxon. Simpulan : Ada Perbedaan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap status gizi balita wasting di Puskesmas Bontang Lestari Kota Bontang. Kata Kunci : Pemberian Makanan Tambahan, PMT Lokal, Status Gizi, Wasting, Balita