Abstract :
Latar Belakang: Pemasangan Endotracheal Tube (ETT) dapat mengakibatkan
produksi sputum atau secret meningkat. Pasien dengan secret yang berlebih akan
mengalami gangguan ventilasi udara. Suction adalah suatu metode untuk
melepaskan sekresi yang berlebihan pada saluran nafas. Ditemukan perawat
melakukan tindakan suction dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% (bronchial
wash) yang dimasukkan ke ETT. Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak
presentase oksigen yang mampu dibawa oleh hemoglobin
Tujuan: Mengetahui perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan
suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT).
Metode Penelitian: Jenis Penelitian adalah Quasy Experiment dengan One Grup
Pretest ? Posttest. Metode pengumpulan data berupa purposive sampling, yaitu
sebanyak 17 responden dan menggunakan analisa bivariat dengan uji Paired t-Test.
Hasil: Terdapat perbedaan nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT diruang ICU
RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang. Hasil uji Paired t-Test menunjukkan
angka signifikasi yaitu 0.000 (p value >0.05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah
dilakukan tindakan suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT
diruang ICU RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.
Saran: Penulis berharap agar perawat di Indonesia dapat menjadikan tindakan
suction bronchial wash sebagai bahan evaluasi dalam upaya peningkatan kadar
saturasi oksigen pada pasien yang terpasang Endotracheal Tube (ETT).
Kata Kunci: Saturasi Oksigen, Bronchial Wash, Endotracheal Tube (ETT)