Abstract :
Latar Belakang: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu
upaya deteksi dini terjadinya kanker payudara. Hal ini membuat siswi sedini
mungkin untuk meningkatkan pengetahuan tentang SADARI (pemeriksaan
payudara sendiri), salah satu media pengenalan SADARI dapat menggunakan
media video untuk menjelaskan materi agar lebih mudah dipahami serta
disampaikan kepada siswa dan bisa memberikan informasi secara dua arah yaitu
pendengaran dan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau
tidaknya perbedaan tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah
diberikannya PERI (pendidikan kesehatan SADARI) pada siswi MTs Tarqiyatul
Himmah Pabelan.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperiment
dengan One Group Pre-test Post-test Design dengan populasi penelitian sejumlah
60 siswi di MTs Tarqiyatul Himmah Pabelan kelas 7, 8, dan 9. Teknik yang
digunakan untuk pengambilan sampel adalah teknik total sampling yang
berjumlah 60 siswi. Analisa data ini menggunakan Uji Paired T-test.
Hasil: Hasil penelitian ini adalah mayoritas responden berumur 14 Tahun
berjumlah 23 siswi (38,3%). Siswi yang belum mendapatkan informasi tentang
SADARI berjumlah 56 siswi (93%) dan yang belum mendapatkan informasi
SADARI berjumlah 4 sisiwi (1,7%). Rata-rata tingkat pengetahuan siswi sebelum
diberikan PERI (pendidikan kesehatan SADARI) 11,60 dan setelah diberikan
PERI (pendidikan kesehatan SADARI) 17,77. Hasil uji Paired T-test didapatkan
hasil 0,000 yang berarti terdapat perbedaan antara pengetahuan siswi sebelum dan
sesudah diberikan PERI (pendidikan kesehatan SADARI).
Simpulan: Terdapat perbedaan skor pengetahuan remaja putri MTs Tarqiyatul
Himmah Pabelan sebelum dan sesudah diberikan PERI (pendidikan kesehatan
SADARI).
Saran: Diharapkan dari penelitian ini bisa meningkatkan kegiatan-kegiatan dan
yang berkaitan dengan SADARI sehingga masyarakat lebih mengenali tentang
deteksi dini kanker payudara.
Kata kunci: Kanker payudara, SADARI, remaja