Abstract :
Salah satu monitoring gula darah bagi pasien Diabetes Mllitus adalah Gula Darah Puasa
(GDP). Faktor diabetes melitus diantaranya adalah keturunan/genetik, obesitas, perubahan
gaya hidup, kurangnya aktivitas fisik, dan stress. Stres dan Diabetes Melitus memiliki
hubungan yang sangat erat, dimana tingkat stres yang tinggi dapat memicu kadar gula darah
seseorang semakin meningkat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar gula
darah.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 150 dan Sampel dari penelitian
ini adalah 67 responden.. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random
sampling.
Hasil penelitian : Berdasarkan hasil analisa statistic menggunakan uji chi square test
diperoleh nilai p value sebesar 0,022<0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan
peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Restu Balikpapan
tahun 2024
Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat stres pada seseorang maka semakin tinggi kadar gula
darah sehingga memiliki hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah
Saran: diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian mengenai
hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes
melitus.
Kata Kunci : Stres, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus