DETAIL DOCUMENT
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dan Praktik Pmba Dengan Kejadian Stunting Pada Usia Baduta 6-23 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Senaken Kalimantan Timur
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Saraswati, Endang
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-18 07:25:43 
Abstract :
Latar Belakang : Stunting, yang terjadi saat tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar usianya, merupakan masalah serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Prevalensinya tinggi, dengan Kabupaten Paser mencatatkan angka 22,4% pada 2023. Penyebabnya meliputi asupan makan yang kurang, penyakit infeksi, dan faktor sosial ekonomi rendah. Pentingnya pola pemberian makan bayi dan anak (PMBA) juga diakui dalam mengatasi stunting. Penelitian tentang hubungan antara tingkat sosial ekonomi, PMBA, dan stunting bertujuan untuk merancang intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi stunting pada anak usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Senaken, Kalimantan Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Desain ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data pada satu titik waktu tertentu untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen (tingkat sosial ekonomi dan praktik PMBA) dengan variabel dependen (stunting pada baduta). Hasil : Ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (0,003). Ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting (0,000). Ada hubungan praktik PMBA dengan kejadian stunting (0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan Praktik PMBA berkorelasi signifikan dengan kejadian stunting di Puskesmas Senaken Kalimantan Timur. Kata Kunci : Stunting, Praktik PMBA, Pendidikan ibu, Pendapatan Keluarga. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo