Abstract :
Latar Belakang : Persalinan melalui SC saat ini mengalami peningkatan dan pasien post SC sering mengeluh nyeri karena efek obat anastesi berkurang, nyeri yang dirasakan ibu dapat menyebabkan kelelahan dan kurangnya mobilisasi. Untuk mengatasi nyeri pada ibu post SC diberikan obat analgesic tetapi cara kerja obat ini tidak bertahan lama sehingga perlu adanya terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri salah satunya kompres air hangat. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan intensitas nyeri pasca operasi SC sebelum dan setelah dilakukan kombinasi teknik kompres air hangat dengan obat analgesik di RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam. Metode : Penelitian ini kuantitatif dengan quasi eksperimen, dengan pendekatan rancangan desain one group pretest ? posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan dengan sectio caesarea di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam dengan jumlah persalinan periode Juli-Agustus periode tahun 2023 sebanyak 123 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive Sampling, sampel sejumlah 18 ibu post SC, alat pengumpulan data NRS, teknik analisa data menggunakan uji normalitas data Wilcoxon, univariat dengan nilai rata-rata dan standar deviasi, analisa bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil : Intensitas nyeri pada ibu post operasi Sectio Caesarea sebelum dilakukan kompres air hangat rata-rata nyeri 6,78 dengan skor nyeri minimal 4 dan skor nyeri maksimal 9. Intensitas nyeri sesudah dilakukan kompres air hangat rata-rata nyeri 4,11 dengan skor nyeri minimal 1 dan skor nyeri maksimal 6. Terdapat perbedaan intensitas nyeri pasca operasi SC sebelum dan setelah dilakukan terapi dengan teknik kompres air hangat dengan p value 0,000. Kesimpulan dan saran: ada perbedaan intensitas nyeri pasca operasi SC sebelum dan setelah dilakukan terapi dengan teknik kompres air hangat di RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam. Saran : kompres hangat dapat dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien post operasi SC di rumah sakit