Abstract :
Latar Belakang : Preeklmasia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang
membahakan bagi ibu dan janin, sehingga dapat menimbulkan kematian. Kejadian
preeklamsia di RSUD Ungaran mengalami peningkatan pada tahun 2017
sebanyak 42 kasus dan tahun 2018 sebanyak 50 kasus. Hasil studi pendahuluan
dari 15 persalian dengan preeklmsia ditemukan 5 ibu bersalin berusia >35 tahun,
4 ibu nulipara dan 1 ibu grandemultipara.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan
paritas dengan kejadian preeklamsia.
Metodologi : Penelatian ini merupakan penelitian analitik karena bertujuan
mengetahui hubungan antara variabel usia dan paritas ibu dengan kejadian
preeklamsia. Metode penelitian case-contol.Sampel 1:1 sebanyak 100 ibu
bersalin. Teknik sampel kasus dilakukan secara total sampling serta teknik sampel
pada kontrol dengan syatemic random sampling. Data sampel diambil dari data
sekunder yaitu rekam medis.
Hasil : Penelitian ini didapatkan kejadian preeklmasia pada ibu bersalin usia <20
dan >35 tahun 15 orang (71,4%). Kejadian preeklamsia pada nulipara dan
grandemultipara 19 orang (67,9%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan
antara usia dengan kejadian preeklamsia (p-value=0.027;OR=3.143). Terdapat
hubungan antara paritas dan kejadian preeklamsia (p-value=0.026;OR=2.792)
Kesimpulan : Terdapat hubungan usia dan paritas dengan kejadian preeklamsia
pada ibu bersalin di RSUD Ungaran tahun 2018.