Abstract :
Latar Belakang : Kualitas hidup penting untuk diukur pada perempuan yang sudah memasuki masa menopause, agar dapat diupayakan tindakan peningkatan kualitas hidupnya. rendahnya kualitas hidup akan mempengaruhi kelangsungan hidup perempuan itu sendiri terkait dengan harapan hidupnya dan dapat menyebabkan berbagai macam gangguan penyakit. di Puskesmas Penajam didapatkan 10 ibu menopause mengalami gangguan yang berbeda ? beda, 3 diantaranya mengatakan suaminya tidak peduli, dan 4 diantaranya mengatakan suaminya tidak memperhatikan dan memberikan empati. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kualitas hidup wanita menopause di Kelurahan Penajam. Metode : Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik korelasi dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita menopause usia 40-55 tahun di Kelurahan Penajam sebanyak 30 RT dengan jumlah 678 orang. Teknik pengambilan sampel adalah propotionate random sampling, sampel sejumlah 87 orang, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, teknik analisa data bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Didapatkan hasil sebagian besar wanita menopause di Kelurahan Penajam tidak mendapatkan dukungan suami yaitu sebanyak 51 orang (58,6%), dan sebagian besar wanita menopause di Kelurahan Penajam memiliki kualitas hidup yang buruk sebanyak 56 orang (64,4%). Diperoleh nilai p value sebesar 0,000 < ? (0,05), maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kualitas hidup wanita menopause. Kesimpulan : Ada hubungan dukungan suami dengan kualitas hidup wanita menopause di Kelurahan Penajam dengan nilai signifikan p value 0,000. Hendaknya ibu mencari sumber informasi tambahan yang bisa membuat kualitas hidupnya lebih baik saat menopause.