Abstract :
Latar belakang: Pemberian kolostrum secara dini pada bayi dan pemberian ASI secara terus menerus merupakan perlindungan terbaik bagi bayi. Pemberian ASI secara dini dapat mengurangi angka kematian bayi hingga 22% pada bulan pertama kehidupan. Untuk meningkatkan produksi ASI, dapat dilakukan tindakan nonfarmakologis seperti pijat oksitosin. Tujuan: Mengetahui Efektifitas Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Pada Ibu Post Partum di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desai desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain post-test with control group. populasi melibatkan semua ibu post partum normal di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Sampel dalam peneliitian ini sebanyak 36 responden yang terdiri 18 responden kelompok kontrol dan 18 responden kelompok pijat oksitosin. Cara pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Analisa perbedaan lama pengeluaran kolostrum menggunakan uji Independent T-Test. Hasil: Lama pengeluaran kolostrum pada kelompok kontrol lebih besar dibandingkan dengan kelompok intervensi pijat oksitosin yaitu nilai mean kelompok kontrol 16,76 jam sedangkan pada kelompok intervensi 9,02 jam. Hasil uji Independent T-Test menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara pijat oksitosin dengan lama pengeluaran kolostrum dengan nilai p-value 0,0000 (p-value <0,005). Lama pengeluaran kolostrum pada ibu pasca persalinan yang mendapatkan pijatan oksitosin lebih cepat dibandingkan dengan ibu pasca persalinan yang tidak dilakukan pijatan oksitosin. Simpulan: Pijat oksitosin efektif digunakan sebagai metode non farmakologis untuk mempercepat pengeluaran kolostrum pada ibu post partum di RSUD Ratu Aji Putri Botung.