Abstract :
Latar Belakang : Menurut data yang didapatkan dari International Agency for Research on Cancer (IARC) di Indonesia kanker serviks menduduki urutan ke dua setelah kanker payudara dengan jumlah kasus 18. 279 ( 10, 12%) sebagai pemicu kematian pada wanita. Dalam wawancara terhadap salah satu Bidan pelaksana IVA test di Puskesmas Pabelan mengatakan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat masih rendah di wilayah Puskesmas Pabelan. Pada wilayah kerja Puskesmas Pabelan tepatnya di Desa Glawan terdapat 274 pasangan usia subur dengan rentang usia 19- 25 tahun. Maka dari itu peneliti tertarik mengambil judul mengenai ?Persepsi Wanita Usia Subur terhadap Program Inspeksi Visual Asam Asetat di Puskesmas Pabelan?. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi kenaikan program pelayanan kesehatan sebagai intervensi perbaikan perilaku kesehatan sehingga menurunkan morbiditas serta mortalitas penyakit kanker serviks. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh persepsi wanita usia subur terhadap program inspeksi visual asam asetat di wilayah kerja Puskesmas Pabelan. Metode : Dalam penelitian ini peneliti memakai desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Pasangan Usia Subur usia 19-45 jumlah responden dalam penelitian ini adalah 73 responden. Sampel dalam penelitian ini 73 responden dengan menggunakan rumus slovin, teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil : Didapatkan sebagian responden terhadap persepsi wanita usia subur terhadap Pemeriksaan IVA Test secara umum didapati sebanyak 38 orang (52%) memiliki persepsi positif dan 35 orang (48%) memiliki persepsi negatif. Simpulan : Masyarakat khususnya wanita usia subur di Desa Glawan masih banyak yang belum mengetahui tentang pemeriksaan IVA Test.