Abstract :
Latar belakang : Tuberculosis merupakan salah satu faktor pendukung tingginya angka
kematian di Indonesia. Tuberculosis mempengaruhi kualitas hidup termasuk psikologi, fungsi
fisik dan peranan sosial.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien
tuberkulosis di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Ambarawa.
Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling
dengan jumlah sampel 40 pasien tuberculosis. Instrument penelitian menggunakan kuesioner
WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality-of-Life Scale). Analisa data yang
digunakan adalah analisa univariat.
Hasil penelitian : Hasil penelitian didapatkan kesehatan fisik buruk sebanyak 3 orang (7,5%)
sedang 11 orang (27,5%) baik 22 orang (57,0%) sangat baik 4 orang (10,0%), kualitas hidup
berdasarkan psikologis buruk sebanyak 1 orang (2,5%) sedang 12 orang (30,0) baik 21 orang
(52,5%) sangat baik 6 orang (15,0%), kualitas hidup berdasarkan hubungan sosial sebanyak
21 orang (52,5%) sedang, 16 orang (40%) baik, 3 orang (7,5%) sangat baik, kualitas hidup
berdasarkan lingkungan sedang sebanyak 12 orang (30,0%) baik 24 orang (60%) sangat baik
4 orang (10,0%).
Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran kualitas hidup pasien
tuberculosis di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Ambarawa dalam kategori kualitas hidup
buruk sebanyak 5 orang (12,5), sedang sebanyak 15 orang (37,5), baik sebanyak 19 orang
(47,5), sangat baik sebanyak 1 orang (2,5).
Saran: Penelitian ini responden diharapkan menambah informasi dan wawasan untuk
mengetahui gambaran kualitas hidup pasien tuberculosis.
Kata Kunci : Penderita TB Paru, Karakteristik, Kualitas Hidup, WHOQOL-BREF