Abstract :
Latar Belakang : Stres merupakan suatu kondisi pada individu yang tidak menyenangkan
dimana dari hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya tekanan fisik maupun psikologis pada
individu. Lansia yang mengalami stress dan gangguan tidur yaitu lansia yang memiliki
permasalahan down syndrome,kesepian,ditinggal pasangan, dan ditinggal anak. Tidur
merupakan keadaan tidak sadar saat seseorang dapat dibangunkan dengan rangsangan sensorik
atau rangsangan lainnya dan merupakan suatu fenomena yang reparatif, restoratif, fisiologis
dan sangat penting bagi tubuh. Kualitas tidur seseorang dipengaruhi oleh stres. Tidur
merupakan rutinitas manusia yang sama pentingnya seperti halnya makan dan minum. Otak
kita lebih cenderung bekerja daripada beristirahat ketika tidur.
Tujuan: Mengetahui hubungan stress dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sadeng
Kecamatan Gunung Pati.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuesioner yang bersifat analitik dengan
cara pengambilan data dengan pengamatan secara langsung kepada responden, dengan
menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini
yaitu lansia 60 tahun ke atas dengan jumlah responden 76.
Hasil Penelitian : Penelitian uji stastistik Chi-square dengan (p ? 0,000 ataup<0,05)
menunjukkan nilai p = 0,000 dengan Ho ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Adanya hubungan antara stress dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sadeng
Kecamatan Gunung Pati.
Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat mencari pokok permasalahan lansia yang
mengalami kesepian,ditinggal pasangan,dan ditinggal anak.
Kata kunci : Stress, Kualitas Tidur, Hubungan