Abstract :
Latar belakang: Hipertensi dapat merusak pembuluh darah di otak, mengurangi
aliran darah, dan menyebabkan iskemia kronis. Kerusakan ini berdampak pada
jaringan otak dan materi putih, yang penting untuk komunikasi antar neuron. Selain
meningkatkan risiko stroke, hipertensi juga menyebabkan ketidakseimbangan
kimia otak yang berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif. Dalam jangka
panjang, hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan
kognitif dan demensia.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik dan fungsi kognitif lansia
penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bulik.
Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif. Populasinya yaitu seluruh lansia yang
mengalami hipertensi pada bulan sebelumnya yaitu 74 pasien dengan sampel 74
responden.
Hasil: Karakteristik lansia paling banyak berdasarkan usia berada di rentang 45-59
tahun sebanyak 32 orang (43,2%); berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 orang
(54,1%); berpendidikan SMP sebanyak 50 orang (67,6%); petani/wiraswasta
sejumlah 44 orang (59,5%); mengalami hipertensi sebanyak 62 orang (83,8%);
tidak melakukan aktivitas olahraga sebanyak 51 orang (68,9%); dan memiliki
kebiasaan tidak merokok sejumlah 43 (58,1%). Gambaran fungsi kognitif lansia
penderita hipertensi di Puskesmas Bulik paling banyak memiliki gangguan kognitif
berat sebanyak 30 orang (40,6%). Aspek kognitif paling banyak terganggu pada
atensi dan kalkulasi dengan standar deviasi 1,811.
Saran: Disarankan bagi masyarakat dan lansia penderita hipertensi agar lebih
memperhatikan gaya hidupnya (merokok, stres, dan rutin cek tekanan darah), bagi
Puskesmas agar memfasilitasi cek tekanan darah di luar jadwal posyandu lansia,
dan bagi peneliti selanjutnya agar menjadi referensi terkait hipertensi.
Kata kunci: Karakteristik, Fungsi Kognitif, Lansia, Hipertensi