Abstract :
Kebaya merupakan salah satu busana tradisional sebagai ciri khas suatu daerah. Asal kata kebaya berasal dari bahasa Arab, abaya yang berarti pakaian. Dipercaya bahwa kebaya dulunya berasal dari daerah Tiongkok yang sudah berusia ratusan tahun yang lalu. Kemudian penggunaan busana kebaya mulai menyebar dari Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulewasi. Kota Kudus sebagai salah satu kota industri, menjadikan kota Kudus sebagai salah satu ikon fashion sarat dengan peninggalan sejarah dan budaya dari peradaban masyarakat. Karakteristik masyarakat lebih konsumtif dan modern dengan ciri heterogen budaya yang terdiri dari beberapa campuran etnis yaitu Cina, Arab dan sebagian besar suku Jawa. Namun khususnya di Kecamatan kota Kudus yang mayoritas masyarakat berasal dari suku Jawa. Di kecamatan ini, budaya yang berasal suku Jawa cenderung lebih berkembang dan diminati, salah satunya dalam busana pengantin. Busana pengantin dari Yogyakarta dan Solo banyak diminati masyarakat. Namun seiring waktu, masyarakat akan cenderung mengikuti perkembangan zaman dan ingin lebih praktis. Faktor budaya, lingkungan, status sosial dan kepribadian membuat masyarakat ingin terlihat mewah dalam bersosialisasi. Hal inilah yang membuat kebaya pengantin tradisional berkembang menjadi busana pengantin kebaya Modern. Kebaya tradisional merupakan kebaya yang berasal dari Yogyakarta. Dimana kebaya pengantin ini di anggap sakral sehingga membutuhkan faktor-faktor pendukung untuk meningkatkan kualitas agar sesuai dengan keinginan dan selera pengantin. Dahulu busana pengantin menggunakan busana kebesaran yakni kampuh/ dodot. Pada saat ini, adat dan budaya Indonesia mulai terpengaruh oleh modernisasi. Dalam mengumpulkan informasi yang valid dan sesuai mengenai perkembangan kebaya modern, penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan studi pustaka. Tujuan dari penulisan ini yaitu, untuk mengkaji perkembangan yang terjadi pada busana pengantin kebaya tradisional ke modern dengan dilandasi oleh teori transformasi budaya.
Kata kunci: Minat, Calon Pengantin, Busana Pengantin