Abstract :
Diabtes mellitus merupakan sebuah penyakit kronis yang terjadi
karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara cukup atau ketika tubuh
tidak dapat memakai insulin yang dihasilkan oleh tubuh. Penderita diabetes
Sebagian besar mengalami komplikasi salah satu yang terburuk yaitu 15%
penderita diabetes mengalami ulkus diabetikum yaitu kerusakan integrtitas
jaringan. Penderita diabetes dapat mengalami dengan terjadinya deformitas baik
secara partial thickness atau sebagian dan juga full thickness atau keseluruhan.
Deformitas dapat terjadi dibagian Integumen yang dapat meluas hingga ke
jaringan tendon, otot, persendian atau tulang yang diakibatkan oleh hipergliklemi
ulkus diabtetikum jika tidak ditangani sesegera mungkin dapat menyebabkan
infeksi yang lebih parah
Tujuan: mencegah terjadinya infeksi pada luka ulkus, mencegah terjadinya
komplikasi yang lebih parah dan memperbaiki atau mempertahankan luka
Metode: jenis penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan
menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan suatu fenomena dengan
menggunakan data yang akurat. Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan
ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa,
perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil: hasil penelitian menunjukkan luas luka ulkus 16,5 cm2, kedalaman luka
supervisial, stadium luka grade 1 dengan dasar luka berwarna kemerahan, pink
pucat dan warna coklat kehitaman terdapat jaringan granulasi berwarna merah dan
jaringan epitelisasi berwarna pink pucat, tidak terdapateksudat dan tidak ada bau.
Perawatan luka dengan metode modern dresssing dengan balutan primer tulle
grass dan secondary dressing menggunakan foam dressing.
Simpulan: pengelolaan gangguan integritas kulit dan jaringan selama 3 hari
perawatan dengan melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan
evaluasi keperawatan. Respon hasil setelah tindakan yaitu gangguan integritas
kulit dan jaringan tidak teratasi. luka diabetes mellitus tidak dapat hanya dengan
dilakukan pada waktu yang singkat harus sabar dan berkesinambungan. Perawatan
luka diabetes harus kombinasikan dengan menjaga pola hidup yang baik seperti
makanan dan olahraga serta senantiasa memonitor kadar glukosa darah