Abstract :
Latar Belakang: Stres adalah keadaan yang sering terjadi pada tubuh baik fisik
maupun emosional apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan
tubuh maupun pikiran untuk menyesuaikan diri. Seseorang yang mengalami stres
berkepanjangan akan meningkatkan aktivitas saraf simpatis sehingga terjadi
peningkatan tekanan darah. Stres salah satu penyebab terganggunya kualitaas tidur
dikarenakan ketika stres terjadi peningkatan hormon epinefrin, nonepinefrin, serta
kortisol mempengaruhi susunan syaraf pusat. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur
pada penderita hipertensi di Klinik Kurnia Medika Banyubiru.
Metode: Peneliian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis
penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan
total populasi 90 orang dan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Analisa data
penelitian ini menggunakan uji spearman rank. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner tingkat stres DASS-42 dan kualitas tidur PSQI.
Hasil: Dari hasil analisa univariat, tingkat stres sedang sebanyak 19 orang (30,2)
dan kualitas tidur buruk sebanyak 28 (44,4%) menjadi kategori yang paling banyak
dialami oleh responden. Analisa data menggunakan uji spearman rank diperoleh
nilai p = 0,000 < ? = 0,05 maka Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan antara
tingkat stres dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi di Klinik Kurnia
Medika Banyubiru. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,562 yang di interprestasikan
bahwa kekuatan korelasi dikategorikan sedang.
Simpulan: Berdasarkan hasil di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat
stres dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi di Klinik Kurnia Medika
Banyubiru.
Kata Kunci: Hipertensi, Tingkat Stres, dan Kualitas Tidur
Daftar Pustaka: 2015-2023