Abstract :
PPOK yaitu penyakit kronik pada saluran pernapasan yang menghambatan
aliran udara ke dalam paru (khususnya pada saat ekspirasi) dengan gejala yang
sering terjadi yaitu sesak napas, batuk berdahak kronik, gejalanya bersifat
progresif. Resiko utama terjadinya PPOK yaitu akibat dari merokok. Hampir
90% kematian yang diakibatkan PPOK terjadi pada usia di bawah 70 tahun. Di
indonesia prevalensi kasus PPOK mencapai 9,2 juta orang atau berkisar 3,7%,
sedangkan di Jawa Tengah prevalensi kasus PPOK mencapai 3,4%.
Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengelolaan bersihan
jalan napas tidak efektif dengan teknik fisioterapi dada di kombinasikan batuk
efektif pada pasien PPOK di Ruang Anyelir RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo.
Metode penelitian yang digunakan selama menyusun karya tulis ilmiah ini adalah
metode deskriptif dengan proses asuhan keperawatan yang dimulai dari
pengkajian hingga evaluasi dalam pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif
dilakulan selama empat hari dengan satu hari pengkajian dan tiga hari
pengelolaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengen teknik
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Penelitian pengelolaan bersihan jalan napas tidak efekif yang dilakukan
penulis selama tiga hari implementasi dengan menambahkan intervensi
melakukan fisioterapi dada di kombinasikan batuk efektif untuk mengoptimalkan
pengeluran sekret, menunjukkan hasil pasien sudah tidak sesak napas, batuk sudah
jarang, sekarang bisa menerapkan batuk efektif dan sangat terbantu dengan terapi
yang diberikan bagi kesembuhannya karena efektif dalam mengeluarkan dahak,
menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Pasien tampak lebih segar, intensitas
batuk menurun, bunyi napas terdengah lebih jernih, ronkhi basah pada lobus
posterior kanan dan kiri atas yang sebelumnya terdengah sudah tidak terdengar.
Kombinasi kedua metode ini terbukti dapat meningkatkan bersihan jalan napas,
memperbaiki fungsi pernapasan, dan mengurangi gejala sesak napas pada pasien
PPOK.