Abstract :
Latar Belakang : Jutaan anak di Indonesia menghadapi kekurangan gizi yang mempengaruhi
perkembangan mental dan fisik mereka, terutama pada masa balita. Data dari WHO
menunjukkan bahwa 51% kematian anak balita disebabkan oleh penyakit terkait gizi seperti
pneumonia dan diare. Riset Kesehatan Dasar 2021 mencatat bahwa 29,9% kasus stunting di
Indonesia terjadi pada baduta. Faktor-faktor seperti berat badan lahir rendah dan pemberian
MP-ASI yang tidak tepat turut berkontribusi. MP-ASI, yang harus diberikan mulai usia 6 bulan,
penting untuk melengkapi ASI dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Keterlambatan atau
kesalahan dalam pemberian MP-ASI dapat menyebabkan stunting dan masalah kesehatan
lainnya. Pengetahuan ibu mengenai MP-ASI sangat berpengaruh pada kualitas pemberian
makanan ini (Dewi et al., 2024).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui karakteristik responden dan mengetahui gambaran
pengetahuan tentang MP-ASI pada balita di desa leyangan Tahun 2024.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode riset deskriptif kuantitatif untuk
menggambarkan karakteristik populasi ibu dengan balita usia 6-24 bulan di Desa Leyangan,
dengan sampel 80 dari 364 ibu dengan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel adalah non-
probability sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, disajikan dalam tabel distribusi
frekuensi dan persentase.
Hasil : Dari 80 responden, sebagian besar ibu dalam kondisi kesehatan reproduksi baik
(93,8%), memiliki pendidikan setingkat SMA (70,0%), dan tidak bekerja (68,8%). Selain itu,
62,5% ibu menunjukkan pengetahuan yang baik tentang topik terkait.
Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa di Desa Leyangan, sebagian besar ibu memiliki kondisi
kesehatan reproduksi baik, pendidikan mayoritas SMA, tidak bekerja, dan pengetahuan baik
mengenai MP-ASI. Peneliti selanjutnya diharapkan mempertimbangkan variabel tambahan
untuk wawasan lebih mendalam.
Kata Kunci : Pengetahuan, Pekerjaan, Pemberian MP-ASI.