Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi tentang budaya pesisiran dalam kaitannya dengan akulturasi budaya, paham dan mengerti tentang produk akulturasi budaya di pesisiran terutama kaum peranakan dalam mengaplikasikan di kehidupan sehari - hari terutama pada upacara Sangjit, mempraktikan aplikasi busana Sangjit dengan sentuhan budaya lokal dan modernisasi melalui karya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur atau Studi kepustakaan yang merupakan suatu kegiatan studi literatur atau pustaka.dengan riset kepustakaan (library research) dan riset lapangan (field research)
Sanjita adalah inovasi busana dalam prosesi Sangjit. Sanjita dirancang dengan memodifikasi busana Cheongsam dengan motif batik Pekalongan tanpa mengubah cita rasa qipao. Sanjita didesain dengan nuansa baru berwarna putih elegan dengan detail busana yang tetap sesuai tradisi. Busana ini menunjukkan akulturasi budaya Tiongkok-Jawa yang dapat menjadi alternatif untuk dikenakan dalam prosesi Sangjit.
Budaya pesisiran terbentuk karena adanya interaksi antara budaya asing dengan budaya setempat yang melahirkan akulturasi budaya, salah satunya pada seni batik. Akulturasi budaya terjadi pada tradisi pernikahan Tionghoa peranakan yang menggunakan busana Sanjit. Busana Sangjit dalam era modern disebut Sanjita. Sanjita dirancang dengan mengawinkan budaya Jawa dan Tionghoa. Motif batik yang digunakan yaitu batik Pekalongan dengan diberi aksen manik ? manik sehingga membuat busana ini elegan. Sanjita hadir sebagai kebaharuan dan bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan desain busana batik yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kesempatan yang istimewa.