Abstract :
Latar Belakang: Anak usia pra sekolah (4-6 tahun) rentan tantrum sebagai bagian dari perkembangan emosi dan otonomi mereka. Cara orang tua menghadapi tantrum (mekanisme koping) sangat penting bagi perkembangan anak dan efektivitas penanganan tantrum.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping orang tua dengan temper tantrum pada anak pra sekolah (4-6 tahun).
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di TK ABA 51 Semarang Barat. Sampel penelitian berjumlah 90 orang tua yang dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Temper Loss Questionnaire (TLQ), Multidimensional Assessment of Preschool Disruptive Behavior (MAP-DB) dan Coping with Children's Negative Emotions Scale (CCNES) yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil penelitian di TK ABA 51 Semarang Barat dengan 90 responden menunjukkan mayoritas (53,3%) responden (ibu) berusia 31-35 tahun, berpendidikan S1/D4 (53,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (48,9%), memiliki anak laki-laki (56,7%) berusia 4 tahun 7 bulan - 5,5 tahun (53,3%). Sebagian besar (53,3%) responden memiliki mekanisme koping rendah dan anak mengalami tantrum sedang (53,3%). Ada hubungan signifikan antara mekanisme koping orang tua dengan temper tantrum (p-value = 0,027 ? 0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara mekanisme koping orang tua dengan temper tantrum pada anak usia pra sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 51 Semarang Barat. Mayoritas orang tua memiliki mekanisme koping rendah dan anak mengalami tantrum ringan hingga sedang.
Saran: Guru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, termasuk penanganan tantrum dan orang tua diharapkan mampu mengenali dan menghindari pemicu tantrum, serta menanganinya dengan bijak.