Abstract :
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan salah satu penyakit
tidak menular. Penyebab utama PPOK adalah kebiasaan merokok. PPOK sebagai
penyakit yang dapat diobati dan dicegah dengan beberapa efek ekstra pulmonal
yang memberi kontribusi keparahan penyakit. Tujuan penulisan ini untuk
memberikan gambaran pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dengan
kasus PPOK.
Dalam studi kasus ini bermaksud menggambarkan pengelolaan bersihan
jalan nafas tidak efektif dengan fisioterapi dada pada Tn. K. dengan melakukan
tindakan fisioterapi dada menggunakan teknik postural drainase, clapping, vibrasi
dada, dan batuk efektif.
Pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dengan tindakan
keperawatan dengan memonitor pola nafas, memonitor bunyi napas, memonitor
sputum, memposisikan pasien semi fowler/fowler, melakukan fisioterapi dada.
Setelah dilakukan tindakan selama 3 hari penulis memperoleh hasil pasien
dapat melakukan batuk efektif, sputum bisa keluar sedikit lebih banyak, tidak
sesak napas, suara tambahan masih ada, frekuensi nafas membaik, pola nafas
14
U
n
i
v
e
r
s
i
t
a
s
N
g
u
d
i
W
a
l
u
y
o
membaik. Masalah bersihan jalan nafas tidak efektif teratasi sebagian. Tidak
terjadi komplikasi lain akibat penyakit yang diderita pasien.
Saran bagi pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat membantu pasien
dengan melakukan intervensi mandiri yang telah diajarkan untuk pengelolaan
bersihan jalan nafas tidak efektif