Abstract :
Gangguan persepsi sensori adalah suatu keadaan yang terjadi dalam diri
seseorang yang mengalami perubahan bentuk dan jumlah rangsangan yang datang
dari luar sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan persepsi sensori:
halusinasi. Salah satu gangguan persepsi sensori yaitu halusinasi pendengaran,
dimana pasien akan mengalami adanya perubahan pada persepsi dan sering
mendengar suara bisikan palsu atau tidak nyata dan tidak ada wujudnya. Tujuan
dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk menggambarkan pengelolaan
gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan terapi musik klasik di
Wisma Drupada RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan meliputi diagnosis
keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi
keperawatan. Diperoleh data dari pengkajian persepsi bahwa pasien mengatakan
mendengar suara bisikan, biasanya muncul saat pasien sedang sendiri atau
beraktifitas. Pasien bingung, melamun, mondar-mandir, pasien terganggu dan
tidak nyaman dengan suara bisikan. Suara bisikan tidak jelas tapi nyata terdengar.
Suara bisikan sering muncul dan tidak terhitung, sehingga ditegakkan diagnosis
keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi yang
disusun yaitu ajarkan SP 1 yaitu cara menghardik halusinasi, SP 2 yaitu 5 benar
minum obat, SP 3 kontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dan SP 4 yaitu
kontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan positif dilengkapi terapi music
klasik selama 7 hari. Selanjutnya implementasi dari SP1, SP2, SP3 dan SP 4
dilakukan evaluasi di akhir pengelolaan. Kesimpulan evaluasi keperawatan
kepada pasien dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran yang
dilakukan intervensi terapi musik selama 7 hari, tindakan keperawatan
mendapatkan hasil positif, pasien sudah jarang mendengar suara-suara bisikan
yang menganggu pasien, pasien lebih kooperatif, pasien mampu mencapai SP 1
sampai SP 4 dengan sangat baik.
Bagi keluarga pasien khususnya yang mempunyai anggota keluarga dengan
gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran agar dapat menerapkan asuhan
keperawatan yg telah di contohkan oleh perawat pada anggota keluarga yg
mengalami halusinasi pendengar dengan metode terapi contohnya terapi musik
klasik.