Abstract :
Latar Belakang: Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan proses menyusu yang
dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya
dan berlangsung minimal 1 (satu) jam. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan didapatkan cakupan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD) pada tahun 2020 sebesar 68,55% (194 dari 283 bayi), tahun 2021
sebesar 85,19% (184 dari 216 bayi), tahun 2022 sebesar 88,79% (190 dari 214 bayi)
dan periode Januari-April 2023 sebesar 86,11% (62 dari 72 bayi). Hasil wawancara
terhadap 10 ibu menyusui didapatkan 4 orang memahami pelaksanaan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD), sedangkan 6 orang lainnya kurang memahami pelaksanaan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dimana ibu menyusui tidak bisa menyebutkan pengertian
IMD dan manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat
pengetahuan ibu tentang pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada bayi baru lahir
di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bayi baru lahir di
Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan dan teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling sebanyak 72 orang. Pengumpulan data menggunakan
lembar kuesioner. Analisis data adalah analisis univariat menggunakan distribusi
frekuensi persentase.
Hasil: Analisis univariat menunjukan bahwa Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu
Tentang Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Bayi Baru Lahir di Puskesmas
Gunung Sari Ulu Balikpapan dengan kategori baik yaitu 27 orang (37,5%), kategori
cukup yaitu 34 orang (47,2%) dan kategori kurang yaitu 11 orang (15,3%).
Simpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden
memiliki pengetahuan yang cukup tentang inisiasi menyusu dini (IMD).
Kata Kunci: Pengetahuan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD).