Abstract :
Gangguan jiwa adalah gangguan yang terjadi di otak yang ditandai dengan
terganggunya perilaku, emosi, proses berfikir dan kognisi. Gangguan jiwa
merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh gangguan biologis, sosial,
psikologis, genetic, fisik atau kimiawi dengan jumlah penderita yang cukup
meningkat dari tahun-ketahun. Halusinasi adalah persepsi pasien berupa panca
indera penglihatan, suara,penciuman, sentuhan, dan rasa terhadap sumber yang
tidak nyata. Dampak yang ditimbulkan apabila halusinasi tidak segera ditangani
yaitu pasien mudah bicara sendiri di sudut ruang, bisa tiba-tiba marah,
mengucapkan kata-kata kasar, melukai diri sendiri, memukul barang disekitarnya
dan melukai diri sendiri maupun orang lain. Penulisan ini bertujuan untuk
mendeskripsikan penerapan strategi pelaksanaan dan terapi aktivitas kelompok
dengan perkenalan pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi
pendengaran di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik dan terapi aktivitas
kelompok perkenalan pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi
pendengara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan metodologi
keperawatan dimulai dari pengkajian, menegakkan diagnosis keperawatan,
penetapan rencana keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi
keperawatan.
Hasil pengkajian didapatkan data pasien mendengarkan suara tangisan
minta tolong, suara muncul 2 sampai 3 kali, suara muncul ketika pasien sedang
sendiri atau kadang pasien saat bangun tidur. Pengelolaan didapatkan cara
mengatasi terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui
strategi pelaksanaan, yaitu strategi pelaksanaan I menghardik, strategi
pelaksanaan II minum obat, strategi pelaksanaan III bercakap-cakap dan strategi
pelaksanaan IV yaitu dengan melakukan kegiatan. Selain strategi pelaksanaan
untuk membantu mengatasi masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi
pendengaran juga dilakukan terapi aktivitas kelompok dengan perkenalan.
Bagi instansi kesehatan terutama di RSJP prof. Dr. Soerojo Magelang
diharapkan dapat meningkatkan ruang rehabilitasi untuk meningkatkan kegiatan
yang mendukung SP IV dengan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas
pasien dalam upaya pengalihan konsentrasi untuk menurunkan atau
menghilangkan masalah keperawatan.