Abstract :
Latar belakang: Pemasangan kateter urin menetap adalah penyebab utama infeksi saluran kemih. Salah satu faktor risiko ISK adalah pemasangan kateter yang lama, sehingga pemasangan kateter dan lamanya dipasang, sangat mempengaruhi kejadian terjadinya ISK, tetapi tidak semua klien yang dipasang kateter mengalami ISK. ISK dapat dipengaruhi oleh beberapa factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ISK yang dapat berasal dari pasien seperti usia, jenis kelamin, lama pemasangan keteter dan faktor kateter itu sendiri berupa ukuran dan jenis kateter. Tujuan: mengetahui dan menganalisis faktor-faktor risiko kejadian infeksi saluran kemih pada pasien yang terpasang kateter menetap di ruang rawat inap RSUD Lamandau.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasinya yaitu pasien yang terpasang kateter urin menetap selama bulan Mei 2024 berjumlah 178 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 64 responden.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa ada hubungan antara usia dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter menetap dengan nilai p value 0.003 (<0.05); ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter menetap dengan nilai p value 0.026 (<0.05); ada hubungan antara prosedur pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter menetap dengan nilai p value 0.001 (<0.05); ada hubungan antara asuhan keperawatan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter menetap dengan nilai p value 0.001 (<0.05); dan ada hubungan antara lama terpasang kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter menetap dengan nilai p value 0.049 (<0.05).
Saran: Disarankan bagi pasien dan keluarganya agar tidak melakukan aktivitas yang membahayakan diri terlebih masih terpasang kateter menetap. Pasien juga lebih baik untuk mengikuti prosedur kesehatan dari pihak rumah sakit dan perawat, agar terhindar dari kejadian ISK.