Abstract :
Latar Belakang : Kepatuhan pada pasien pengobatan hipertensi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup penderita hipertensi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular, dan berhubungan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Hipertensi adalah ketika hasil pengukuran tekanan darah sistolik ? 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg.
Tujuan : Menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat dengan terkontrolnya tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kelurahan Nyatnyono Kabupaten Semarang.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional, dengan menggunakan desain pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 82 responden. Pengambilan data untuk mengukur kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter aneroid.
Hasil : Kepatuhan minum obat sebagian besar kategori patuh yaitu sebanyak 47 responden (57,3%), tekanan darah sebagian besar kategori ringan yaitu sebanyak 43 responden (52,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan terkontrolnya tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kelurahan Nyatnyono Kabupaten Semarang dimana P-value
= 0,000 = < (0,05) dengan nilai correlation coefficient 0,875 yang artinya kekuatan antar variable pada suatu tingkat yang sangat kuat dengan arah hubungan yang positif
Saran : Lansia penderita hipertensi sebaiknya lebih aktif dalam mengikuti semua program posyandu lansia dan aktif menggali informasi melalui tenaga kesehatan ketika pelaksanaan kegiatan posyandu lansia