Abstract :
Latar Belakang : Patient safety menjadi acuan bagi seluruh rumah sakit di Indonesia untuk
melakukan kegiatan guna menjadikan hal tersebut sebagai standar peningkatan mutu pelayanan.
Kualitas serta keselamatan pasien dikala ini adalah salah satu tuntutan utama pengguna jasa
layanan rumah sakit. Dampak yang diakibatkan dari insiden keselamatan pasien bermacam-macam
salah satunya adalah menurunkan kepuasan pasien atas pelayanannya. Pelayanan yang bagus dan
aman bisa menambah daya tarik bagi pelanggaran serta dapat memberikan pengaruh yang baik
terhadap citra dari suatu sarana pelayanan Kesehatan.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan pasien oleh perawat instalasi rawat
inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Metode :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif
kuantitatif untuk mempelajari korelasi antara factor-faktor resiko. Populasi dalam penelitian ini
120 perawat ruang rawat inap. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan teknik proposional
random sampling dengan responden yang memenuhi kriteria berjumlah 55 responden yang bekerja
di ruang rawat inap, alat ukur ini menggunakan kuesioner keselamatan pasien.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peran perawat sudah dalam kategori sangat baik dengan 54
responden dengan presentase 98.2% dari 55 responden
Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan enam penerapan keselamatan pasien
yakni dalam kategori sangat baik, hal tersebut menunjukkan bahwa perawat sudah menerapkan
enam sasaran keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Saran : Diharapkan responden dapat memertahankan peran keselamatan pasien dan melakukan
keterampilan secara berkala untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan.