Abstract :
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat ketika tekanan darah
sistolik ? 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ? 90 mmHg. Tekanan darah tinggi juga
dapat menjadi penyebab gangguan pola tidur. Pijat refleksi kaki dirokemendasikan pada
pasien dengan masalah gangguan pola tidur dikarenakan cara pengaplikasiannya yang
mudah yang dapat diterapkan mandiri oleh lansia, tidak perlu menggunakan alat tambahan
yang mempersulit pasien, dan minimnya efek samping dari pemberian intervensi refleksi
pijat kaki. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif crossectional berupa studi kasus
dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mendeskripsikan pengelolaan
pemberian pijat refleksi kaki pada lansia yang menderita gangguan pola tidur akibat
hipertensi. Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan,
intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan.
Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan periksaan fisik menggunakan
kuesioner yang telah ditetapkan. Pengelolaan dilakukan selama empat minggu dengan
responden Tn. S berusia 65 tahun. Hasil pengkajian ditemukan pasien mengeluh mengeluh
sulit tidur, mengeluh sering terjaga, dan mengeluh tidak puas tidur. Diagnosa keperawatan
yang ditegakkan yaitu gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur.
Intervensi yang dilakukan yaitu pijat refleksi kaki selama 4 minggu. Evaluasi yang
didapatkan yaitu pasien mengatakan mengatakan puas dengan tidurnya semalam, klien
mengatakan badannya segar saat bangun pagi ini, klien juga mengatakan tegang pada
tengkuknya sudah tidak terasa. Saran kepada penderita hipertensi untuk menjaga asupan
natrium dan berolahraga semampunya.