Abstract :
Latar belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terdiri dari beberapa tatanan salah satunya adalah di tatanan institusi pendidikan yang terdiri dari 8 indikator yaitu, mencuci tangan dengan air mengalir & menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan kantin, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, mengukur berat badan dan tinggi badan setiap bulan, dan membuang sampah pada tempatnya. Kalimantan Tengah pada sekolah yang telah melaksanakan PHBS hanya 45%. Rendahnya cakupan ini berdampak juga terhadap tingginya angka kesakitan yang disebabkan oleh PHBS kurang baik yaitu diare. Sekolah merupakan institusi pendidikan yang menjadi target PHBS, sehingga penerapan perilaku tersebut menjadi lebih baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada murid Sekolah Dasar Negeri 7 Nanga Bulik.
Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dimana populasinya seluruh siswa SDN 7 Nanga Bulik kelas III, IV, V, dan VI dengan jumlah total 157 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 61 responden dengan teknik probability sampling dan teknik analisis univariat.
Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa di SDN 7 Nanga Bulik sebagian besar memiliki perilaku pada kategori cukup yaitu sebanyak 32 anak (58,4%).
Saran: Disarankan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan pendampingan, sosialisasi, dan pengetahuan bagi guru/tenaga pengajar, petugas kebersihan, dan para siswa agar lebih menjaga kebersihan lingkungan sekolahnya sendiri.