Abstract :
Gejala awal penderita TB yang sering di keluhkan adalah batuk
terus menerus disertai sekret. Tertimbunnya sekret di saluran pernafasan bawah
dapat menambah batuk semakin keras dan menyumbat saluran nafas.
Penumpukan sputum yang kental dan susah keluar menimbulkan bersihan jalan
nafas tidak efektif, salah satu cara yang bisa digunakan menurut beberapa
referensi dapat dilakukan dengan teknik batuk efektif. Upaya ini dapat dilakukan
dengan cara mengajarkan teknik batuk efektif pada pasien TB, memberikan
informasi akurat tentang teknik batuk efektif, dan mendorong mempraktikkan
teknik batuk efektif benar.
Tujuan: Memberikan gambaran pada saat penerapan teknik batuk efektif untuk
mengatasi masalah bersihan jalan nafas pada pasien tuberkulosis sebagai langkah
untuk meningkatkan kualitas mengeluarkan sputum.
Metodologi: Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan penerapan studi kasus menggunakan teknik pengelolaan proses
keperawatan yang di mulai dari pengkajian sampai evaluasi, pengkajian
menggunakan metode observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik dengan
mengguakan format pengkajian menurut Gordon, pengelolaan di lakukan selama
3 hari.
Hasil: Hasil penulisan menunjukkan bahwa penerapan teknik batuk efektif
terbukti efektif mengeluarkan dahak pada pasien tuberkulosis paru, yang membuat
masalah bersihan jalan nafas tidak efektif berkurang dan teratasi teratasi.
Simpulan: Pemberian teknik batuk yang efektif dapat membantu meningkatkan
pembersihan dahak dan meningkatkan frekuensi pernapasan pada pasien
tuberkulosis.