Abstract :
Latar Belakang: Keluarga yang memberikan perawatan kepada anggota yang mengalami skizofrenia dapat mengatasi stres dan tekanan tersebut dengan cara membangun ketangguhan keluarga, menjelaskan bahwa ketahanan adalah suatu proses untuk tetap kuat dan mampu menghadapi kesulitan, penderitaan, dan tantangan yang muncul. Faktor yang dapat meningkatkan ketangguhan pada diri individu adalah kemampuan untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas kesulitan yang dialami dan kontrol diri yang baik dan dikenal dengan istilah efikasi diri.
Tujun Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efikasi diri dengan ketangguhan keluarga yang memiliki anggota penderita skizofernia di Poli Jiwa RSUD Salatiga.
Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional design. Populasi penelitian ini adalah 100 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 80 orang, dengan GSE (GENERAL SELF EFFICACY) dan SCALE (CD RISC). Instrumen efikasi dan instrumen ketangguhan keluarga yaitu kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Hasil uji univariat di dapatkan hasil keluarga pasien skizofrenia memiliki Efikasi Diri tinggi yang berjumlah 45 orang (56,3%), Efikasi Diri sedang sebanyak 33 orang (41,3%) dan Efikasi Diri rendah sebanyak 2 orang (2,4%). Hal tersebut menunjukkan bahwa keluarga pasien Skizofrenia sebagian besar mempunyai angka Efikasi Diri yang tinggi dengan persentase 56,3%. Hasil uji bivariat dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan ketangguhan pada keluarga yang merawat pasien skizofrenia dengan nilai p-value 0,000 (a<0,005).
Saran: Diharapkan keluarga merawat pasien dengan skizofrenia lebih aktif untuk memperbanyak wawasann tentang bagaimana cara merawat pasein dengan skizofrenia agar lebih optimal dan terjalin hubungan saling percaya atara keluarga dan pasien.