Abstract :
Berdasarkan SSGI 2022, prevalensi stunting di Indonesia
mencapai 21,6%. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal
berpotensi untuk meningkatkan asupan yang defisit. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui perbedaan asupan energi dan zat gizi makro sebelum dan setelah
pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting
di Desa Tanjung dan Desa Kalijambe.
Metode : Penelitian ini merupakan eksperimental semu dengan desain penelitian
one group pretest and posttest design. Populasi penelitian sebanyak 264 balita.
Sampel sebanyak 13 balita stunting yang diambil dengan teknik total sampling
sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi diberikan selama 90 hari.
Pengambilan data asupan energi dan zat gizi makro menggunakan formulir food
recall 1x24 jam, yaitu 1 kali sebelum intervensi dan 1 kali setelah intervensi.
Analisis data menggunakan uji paired t-test.
Hasil : Terdapat perbedaan asupan protein sebelum dan setelah pemberian
makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal (p-value 0,006). Rerata asupan
protein sebelum intervensi yaitu 25,96±10,13 gram dan rerata setelah intervensi
yaitu 39,25±13,46 gram. Namun, tidak terdapat perbedaan asupan energi, asupan
lemak, dan asupan karbohidrat sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan
(PMT) berbahan pangan lokal, meskipun terjadi peningkatan asupan energi,
asupan lemak, dan asupan karbohidrat setelah pemberian makanan tambahan
(PMT) berbahan pangan lokal (p>0,05).
Simpulan : Terdapat perbedaan asupan protein, namun tidak terdapat perbedaan
asupan energi, asupan lemak, dan asupan karbohidrat sebelum dan setelah
pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting
di Desa Tanjung dan Desa Kalijambe.