Abstract :
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022
kasus stunting di Kabupaten Semarang berada di angka 18,7%. Salah satu
program untuk menangani masalah tersebut adalah Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) berbahan dasar lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbedaan status gizi sebelum dan sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
lokal pada balita stunting di Desa Kalijambe dan Desa Tanjung Kecamatan
Bringin Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-test and post-test group. Teknik
sampling yang digunakan yaitu total sampling sejumlah 14 balita berusia 12-59
bulan di Desa Kalijambe dan Desa Tanjung Kecamatan Bringin Kabupaten
Semarang yang diberikan PMT lokal selama 90 hari. Pengambilan data berat
badan dengan timbangan injak digital dan tinggi badan dengan stadiometer.
Hasil : Terjadi perubahan berat badan dengan selisih rata-rata 300 gram, tinggi
badan dengan selisih rata-rata 2,7 cm, indikator BB/U dengan selisih rata-rata z-
score 0,15, indikator TB/U dengan selisih rata-rata z-score 0,2, indikator BB/U
dengan selisih rata-rata z-score 0,12.
Simpulan : Tidak ada perbedaan status gizi balita berdasarkan berat badan
menurut umur (BB/U) dengan nilai p=0,219 dan berat badan menurut tinggi badan
(TB/U) dengan nilai p=0,506 antara sebelum dan sesudah Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) Lokal. Ada perbedaan status gizi balita berdasarkan tinggi
badan menurut umur (TB/U) dengan nilai p=0,037 antara sebelum dan sesudah
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal.