Abstract :
IMT adalah salah satu indikator malnutrisi pada pasien PPOK.
IMT tidak dapat membedakan komposisi tubuh. Seperti yang telah digambarkan
IMBL (Indeks Massa Bebas Lemak).
Tujuan : Menganalisis sensitivitas IMT untuk mendeteksi malnutrisi berdasarkan
IMBL pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga.
Metode : Desain penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Paru dr. Ario
Wirawan Salatiga pada bulan Oktober 2023-Februari 2024 dengan sampel pasien
baru yang terdiagnosa PPOK menggunakan teknik non probability sampling. Alat
pengumpulan data menggunakan stadiometer dan BIA (Bioelectrical Impedance
Analysis). Analisis data menggunakan kurva ROC, nilai AUC, sensitivitas dan
spesifisitas.
Hasil : Status gizi responden menurut IMT kategori malnutrisi sebanyak 26 orang
(28%) dan tidak malnutrisi sebanyak 67 orang (72%). Menurut IMBL kategori
rendah sebanyak 50 orang (53,8%) dan normal sebanyak 43 orang (46,2%). Nilai
sensitivitas IMT berdasarkan IMBL yaitu 50% dan spesifisitas 97,7%. Sensitivitas
lebih tinggi pada kelompok lansia (55,3%) dibandingkan pada dewasa (33,3%).
Kesimpulan : Klasifikasi IMT berdasarkan IMBL memiliki sensitivitas yang
kurang baik sebagai indikator malnutrisi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru
dr. Ario Wirawan Salatiga.