DETAIL DOCUMENT
SENSITIVITAS INDEKS MASSA TUBUH (IMT) UNTUK MENDETEKSI MALNUTRISI BERDASARKAN IMBL PADA PASIEN PPOK DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Putri Ardiani, Tiara
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-24 04:02:57 
Abstract :
IMT adalah salah satu indikator malnutrisi pada pasien PPOK. IMT tidak dapat membedakan komposisi tubuh. Seperti yang telah digambarkan IMBL (Indeks Massa Bebas Lemak). Tujuan : Menganalisis sensitivitas IMT untuk mendeteksi malnutrisi berdasarkan IMBL pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Metode : Desain penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga pada bulan Oktober 2023-Februari 2024 dengan sampel pasien baru yang terdiagnosa PPOK menggunakan teknik non probability sampling. Alat pengumpulan data menggunakan stadiometer dan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Analisis data menggunakan kurva ROC, nilai AUC, sensitivitas dan spesifisitas. Hasil : Status gizi responden menurut IMT kategori malnutrisi sebanyak 26 orang (28%) dan tidak malnutrisi sebanyak 67 orang (72%). Menurut IMBL kategori rendah sebanyak 50 orang (53,8%) dan normal sebanyak 43 orang (46,2%). Nilai sensitivitas IMT berdasarkan IMBL yaitu 50% dan spesifisitas 97,7%. Sensitivitas lebih tinggi pada kelompok lansia (55,3%) dibandingkan pada dewasa (33,3%). Kesimpulan : Klasifikasi IMT berdasarkan IMBL memiliki sensitivitas yang kurang baik sebagai indikator malnutrisi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo