Abstract :
Prevalensi gizi lebih pada dewasa lebih dari 18 tahun
berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 sebesar 20%. Gizi lebih di Indonesia
diperkirakan terus mengalami peningkatan. Faktor yang mempengaruhi gizi lebih
yaitu kebiasaan konsumsi minuman manis tinggi kalori dan kurangnya aktifitas
fisik seperti perilaku sedentari.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi minuman manis dan perilaku
sedentari terhadap kejadian gizi lebih pada mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo.
Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional yang
dilakukan pada Desember 2023-Januari 2024 di Universitas Ngudi Waluyo.
Sampel penelitian ini berjumlah 104 mahasiswa didapatkan menggunakan
proportional random sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa aktif
Universitas Ngudi Waluyo berusia 18-25tahun, dan bersedia menjadi
responden,Sedangkan kriteria eksklusi mahasiswa keadaan sakit, memiliki
penyakit infeksi/kronis, dan dirawat dirumah sakit seminggu sebelum
pengambilan data. Pengambilan data melalui pengukuran berat badan
menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtois,
wawancara konsumsi minuman manis menggunakan Semi-Quantitative Food
Frequency Questionnaires(SQ-FFQ) dan wawancara perilaku sedentari
menggunakan Sedentary Behaviour Questionennary(SBQ). Analisis bivariat
menggunakan analisis kendall tau (?=0.05).
Hasil: Sebanyak 60 mahasiswa(57.7%) mengalami gizi lebih. Mahasiswa yang
mengkonsumsi minuman manis kategori tinggi sebanyak 57 orang(54.8%), dan
mahasiswa yang memiliki perilaku sedentari kategori tinggi yaitu sebanyak 82
orang(78.8%). Terdapat hubungan antara konsumsi minuman manis terhadap
kejadian gizi lebih pada mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo
(r=0,308,p=0,001). Terdapat hubungan antara perilaku sedentari terhadap kejadian
gizi lebih pada mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo (r=0,477,p=0,0001)
Simpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi minuman manis dan perilaku
sedentari terhadap kejadian gizi lebih pada mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo.