Abstract :
Biskuit adalah produk bakeri kering dengan memanggang
adonan yang terbuat dari tepung terigu. Kandungan gluten dan indeks glikemik
yang tinggi pada tepung terigu dapat berdampak buruk pada kesehatan, sehingga
kentang hitam sebagai pengganti tepung terigu dan upaya untuk diversifikasi
pangan lokal.
Tujuan : Mendiskripsikan tingkat kesukaan dan kandungan nilai gizi biskuit
tepung kentang hitam (Coleus tuberosus).
Metode : Penelitian eksperimental menggunakan 3 formulasi dengan
perbandingan tepung kentang hitam : tepung daging ayam. F1 (80% : 20%), F2
(70% : 30%) dan F3 (60% : 40%). Uji tingkat kesukaan dilakukan oleh 30 panelis
tidak terlatih menggunakan uji deskriptif. Analisis nilai gizi berupa energi dengan
metode proksimat, protein dengan kjedhal, lemak dengan soxhlet, karbohidrat
dengan metode by difference, kadar air dan kadar abu dengan gravimetri. Analisis
nilai gizi dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Unika
Hasil : Hasil tingkat kesukaan formula 1 (80% : 20%) sebesar 63,5%, formula 2
(70% : 30%) sebesar 64,8%, dan formula 3 (60% : 40%) sebesar 62,2%. Nilai gizi
pada biskuit kentang hitam per 100 gram kandungan energi 429,94 gram, protein
14,36 gram, lemak 9,02 gram, karbohidrat 72,83 gram, kadar air 1,3% dan kadar
abu 2,2%.
Simpulan : Formulasi paling tinggi adalah formula 2 (70% : 30%) sebesar 64,8%,
dengan kategori kurang diterima oleh konsumen. Kandungan nilai gizi biskuit
kentang hitam sudah memenuhi standar SNI 01-7111.2-2005 biskuit MPASI.
Biskuit kentang hitam dapat digunakan untuk alternatif MPASI balita dengan
klaim tinggi protein.