Abstract :
Skrining Gizi penting untuk mencegah malnutrisi pada pasien.
Pasien dengan risiko mengalami malnutrisi salah satunya adalah pasien PPOK.
Terdapat berbagai macam instrumen untuk mendeteksi malnutrisi salah satunya
adalah skrining gizi.
Tujuan : Mengetahui sensitivitas instrumen skrining gizi untuk mendeteksi
malnutrisi pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di rumah sakit dr.
Ario Warawan Salatiga
Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi
observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 93
sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Penelitian
dilakukan di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga selama Oktober 2023
hingga Februari 2024 pada pasien yang menderita Penyakit Paru Obstruktif
Kronik (PPOK). Analisis data yang digunakan adalah sensitivitas dan spesivisitas.
Hasil : Nilai sensitivitas skrining gizi berdasarkan IMBL yaitu instrument
sensitivitas MUST lebih tinggi 100% dengan spesivisitas 0% dibandingankan
MST yaitu 52% dengan spesivita 14.2% dan NRS-2002 yaitu 72% dengan
spesivisitas 14.2%. Sedangkan MNA-SF memiliki nilai sensitivitas lebih tinggi 80%
dibandingkan MNA yaitu 60% dengan nilai spesivisitas yang sama 75%.
Simpulan : Skrining gizi MUST memiliki sensitivitas yang paling baik untuk
skrining gizi pasien dewasa dan MNA-SF memiliki sensitivitas yang paling baik
untuk skrining gizi pasien lanjut usia.