Abstract :
Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar
26,8%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi anemia, yaitu asupan makan.
Asupan makan dapat diukur dengan menggunakan indeks gizi seimbang.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara indeks gizi seimbang dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang.
Metode: Desain penelitian yang digunakann dalam penelitian ini, yaitu desain
analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian
adalah remaja putri kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 3 Tuntang yang berjumlah 110.
Teknik sampling yang dipakai yaitu simple random sampling dengan jumlah
sampel 80 siswa. Pengambilan data indeks gizi seimbang dengan form recall 24h,
form konversi recall 24h menjadi IGS3-60, dan form IGS3-60. Analisis data
menggunakan uji statistik Kendall-tau.
Hasil: Remaja putri yang mengalami anemia sebesar 43,8%. Remaja putri yang
mempunyai indeks gizi seimbang buruk sebesar 83,8%, kurang sebesar 10%, dan
baik sebesar 6,3%. Tidak ada hubungan antara indeks gizi seimbang dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang (p=0,329). Remaja
putri yang memiliki kategori buruk lebih banyak mengalami anemia, yaitu 46,3%
dibandingkan dengan kategori kurang dan baik.
Simpulan: Tidak ada hubungan antara indeks gizi seimbang dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang.