Abstract :
Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018
prevalensi anemia pada remaja putri usia 5-14 tahun sebanyak 26,8% dan usia 15-
24 tahun sebanyak 32%. Kurangnya asupan protein hewani dapat menyebabkan
rendahnya kadar hemoglobin di dalam tubuh dan semakin tingginya dalam
mengonsumsi teh maka semakin rendahnya kadar hemoglobin yang dapat
menyebabkan anemia, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara
asupan protein hewani dan Kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada
remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain Analitik korelasi dengan
pendekatan cross sectional (point time approach). Populasi dalam penelitian ini
adalah remaja kelas 7 dan kelas 8 di SMP Negeri 3 Tuntang yang berjumlah 110.
Teknik sampling yang dipakai yaitu simple random sampling dengan jumlah
sampel 80 siswa. Pengambilan data Asupan protein hewani dengan SQ-FFQ
untuk kebiasaan konsumsi teh dengan form FFQ. Analisis data nya menggunakan
uji spearman rank.
Hasil : Remaja putri yang mengalami anemia sebesar 43,8%. Remaja putri yang
memiliki Asupan protein hewani dengan kategori kurang 40%, cukup 35%, dan
baik 25%. Terdapat Hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang (p=0,000). Remaja putri yang
memiliki kebiasaan konsumsi teh dengan frekuensi tidak pernah 0%, jarang 43%
dan sering 60%. %. Tidak terdapat Hubungan antara kebiasaan konsumsi teh
dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang (p=0,149).
Simpulan : Terdapat Hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang dan Tidak terdapat Hubungan
antara kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP
Negeri 3 Tuntang.