Abstract :
Dehidrasi anak masih menjadi masalah kesehatan yang
mempengaruhi kesehatan pada anak. Kasus dehidrasi di RSUD Kuala Pembuang
dalam 3 bulan terakhir ini mengalami peningkatan dengan prevalensi 35%.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross-
sectional ini melibatkan 23 orang. Data asupan cairan individu ditentukan dengan
melakukan wawancara jumlah recall 24 jam sedangkan status gizi menggunakan
standar WHO z-score dan kurva CDC 2000 . Penentuan status hidrasi dilakukan
berdasarkan metode periksa urin di laboratorium menggunakan urine test strips.
Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi spearman.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi spearman antara asupan gizi
dan status hidrasi sebesar 0,108 dengan p.(sig) sebesar 0,622 sedangkan asupan
cairan dan status hidrasi sebesar -0,593 dengan p.(sig) sebesar 0,003.
Simpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan status
hidrasi sedangkan ada hubungan antara asupan cairan dan status hidrasi pada
pasien anak di RSUD Kuala Pembuang.