Abstract :
Prevalensi anemia di kelompok remaja putri masih tinggi. Salah
satu program penanganan anemia adalah pemberian Tablet Tambah Darah pada
remaja putri yang bertujuan agar remaja putri dapat terhindar dari risiko anemia.
Kesadaran serta kepatuhan dari remaja putri sangat mempengaruhi dalam konsumsi
Tablet Tambah Darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
konsumsi tablet tambah darah dan kadar hemoglobin remaja putri di SMPN 4 Bulik
Kabupaten Lamandau.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik Observasional
dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh
remaja putri yang sudah mengalami menstruasi di SMPN 4 Bulik sebanyak 30
orang. Sampel penelitian pada penelitian ini adalah siswi kelas VII, VIII, dan IX di
SMPN 4 Bulik Kabupaten Lamandau pada saat penelitian ini dilakukan yaitu
sebanyak 30 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data
menggunakan Uji Paired Sample T-test (Uji T Berpasangan) untuk mengetahui
perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah konsumsi tablet tambah darah.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum mengkonsumsi tablet tambah
darah, terdapat 11 orang (36,7%) remaja putri yang mengalami anemia sedang dan
11 orang (36,7%) tidak anemia. Sesudah mengkonsumsi tablet tambah darah
terdapat 16 orang (53,3%) memiliki kadar Hb ? 12 g/dl normal (tidak anemia).
Berdasarkan hasil uji T, nilai p value sebesar 0,046 (< 0,05) yang berarti ada
pengaruh konsumsi tablet tambah darah terhadap kadar hemoglobin pada remaja
putri di SMPN 4 Bulik Kabupaten Lamandau. Rata-rata peningkatan kadar Hb
remaja putri setelah mengkonsumsi tablet tambah darah selama 3 bulan sebesar
0,56 g/dl
Simpulan: Ada pengaruh dari konsumsi tablet tambah darah terhadap kadar
hemoglobin pada remaja putri di SMPN 4 Bulik Kabupaten Lamandau