Abstract :
Latar Belakang : pola asuh pemberian makan mempengaruhi kebiasaan makan
balita sehingga akan berpengaruh pada kualitas konsumsi pangan yang akan
mempengaruhi kejadian stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
hubungan antara pola asuh pemberian makan dan kualitas konsumsi pangan
terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari
Kecamatan Bansari Kabupaten Temangggung.
Metode : penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan di Desa
Bansari pada bulan Februari 2024 dengan sampel sebanyak 65 balita sesuai
dengan kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan adalah data antropometri, pola
asuh pemberian makan, dan kualitas konsumsi pangan. Diperoleh dengan cara
pengukuran dan wawancara menggunakan Parental Feeding Style Questionnaire,
Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire, dan form Health Eating Index.
Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan
?=0,05.
Hasil : prevalensi stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari sebesar
38,5%. Balita yang mendapat pola asuh pemberian makan tipe otoriter sebanyak
46,2%, demokratis 15,4%, permisif 12,3%, dan pengabai 26,2%. Balita dengan
kualitas konsumsi pangan buruk sebanyak 16,9%, kualitas konsumsi pangan perlu
diperbaiki 78,5%, dan kualitas konsumsi pangan baik 4,6%. Hasil analisis
menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan
kejadian stunting (p 0,008) dan tidak ada hubungan antara kualitas konsumsi
pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari (p
0,106).
Simpulan : terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan
kejadian stunting dan tidak ada hubungan antara kualitas konsumsi pangan dengan
kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari.
Kata Kunci : pola asuh pemberian makan, kualitas konsumsi pangan, stunting,
balita